-->

Tuesday, January 6, 2026

14 Tahun Setelah Tragedi 2014, Kini Gedung Megah Yang Dibangun Pada Tahun 2015 Kembali Mengalami Kebakaran. Wakil Bupati: "Ini Murni Musibah"


KOREKSI24JAM, TEMBILAHAN - 14 Tahun pasca kebakaran hebat yang melanda Gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (kantor bupati), tepatnya pada tanggal 11 April 2014. Kini, tragedi itu kembali terulang. Pada hari selasa malam tanggal 06/01/2026 pukul 22.00 Wib, api membakar Gedung yang dibangun kembali pada Tahun 2015 itu hampir ludes dilalap si jago merah. 


Pada Tahun 2014, api dengan ganasnya melahap dan menjilat ruangan demi ruangan Gedung Kantor Bupati, dan ruangan yang sangat vital Bagian Umum Setda Inhil pun tak luput dari amukan sijago merah. Kala itu, api tak mampu dipadamkan, seluruh bangunan akhirnya ludes terbakar.

14 Tahun sudah kisah, kini kembali tragedi itu terjadi tepat pada hari Selasa malam, pukul 22.00 Wib, api berkobar membakar gedung pemerintahan (kantor bupati) yang berdiri megah. Api membakar ruangan Bagian Perekonomian dilantai dua, dan siap menyasar pada ruangang-ruangan lainnya. 

Namun kali ini Dinas Pemadam Kebakaran tidak ingin kecolongan seperti 14 Tahun yang lalu, dibantu oleh Tim Relawan PSMTI, BPBD, TNI dan juga POLRI. mereka dengan sigap berhasil menjinakan kobaran api tepat pada pukul 23.30 Wib.

Isu-isu pun mulai berkembang biak dari mulut kemulut masyarakat yang kala itu menyaksikaan kejadian tersebut.

Wakil Bupati Inhil Yuliantini yang datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 22.19 langsung memantau situasi kebakaran dan memastikan proses penanganan pemadaman berjalan dengan lancar. Pada awak media yang saat itu meliput kejadian, beliau mengatakan "kita tidak menginginkan musibah ini terjadi, dan kita berharap musibah ini jangan dikait-kaitkan dengan hal-hal kemana-mana, sebab ini murni musibah" ucapnya.

Hingga berita ini kami himpun, pihak berwenang masih melakukan penanganan di lokasi serta pengamanan area Kantor Bupati Inhil. Selanjutnya akan disampaikan setelah adanya keterangan resmi dari pihak terkait penyebab kebakaran.(Thonk)



Kantor Bupati Indragiri Hilir Terbakar, Api Diduga Berasal dari Ruang Ekonomi dan Kesra


KOREKSI24JAM, TEMBILAHAN- Sebuah kebakaran melanda Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil) pada malam Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Api diduga berasal dari salah satu ruangan di dalam kantor bupati, dengan ruangan yang mengurusi ekonomi dan kesejahteraan rakyat diperkirakan terkena dampak kebakaran tersebut.
Hasil pemantauan tim media di tempat kejadian menunjukkan api dengan jelas membakar bagian dalam ruang tersebut. Asap terlihat mengepul dari gedung kantor bupati, yang menarik perhatian warga serta aparat yang berada di sekitarnya.

Pemerintah daerah dipastikan hadir di lokasi sekitar pukul 22.19 WIB untuk melakukan pemantauan langsung terhadap situasi kebakaran. Wakil Bupati Indragiri Hilir juga tampak hadir bersama beberapa pejabat terkait dan petugas keamanan di tempat kejadian.

Tim pemadam kebakaran segera mengambil tindakan untuk memadamkan api agar tidak menyebar ke bagian gedung lainnya. Hingga berita ini ditulis, usaha pemadaman masih berlangsung dan petugas berusaha untuk mengontrol keadaan.

Belum ada kepastian mengenai penyebab kebakaran serta jumlah kerugian yang ditimbulkan. Pihak berwenang masih menjalankan penanganan di lokasi serta mengamankan area Kantor Bupati Inhil.

Insiden kebakaran di Kantor Bupati Inhil ini masih dalam penanganan, dan informasi lebih lanjut akan dirilis setelah ada keterangan resmi dari pihak yang berwenang.

Sunday, January 4, 2026

Polres Inhil Gandeng Bidlabfor Polda Riau Selidiki Dugaan Ledakan Pipa Gas PT TGI


KOREKSI24JAM, TEMBILAHAN – Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir bersama Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara intensif terkait peristiwa kebakaran yang diduga kuat dipicu ledakan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (PT TGI), Minggu (4/1/2026).

Olah TKP ini menjadi langkah krusial dalam mengungkap penyebab pasti insiden yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat tersebut. Tim Bidlabfor Polda Riau melakukan pemeriksaan menyeluruh di area terdampak, mulai dari titik sumber kebakaran hingga kondisi fisik pipa gas, guna mengamankan barang bukti dan data teknis yang dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan mendalam.

Kegiatan tersebut dipimpin dan diawasi langsung oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., didampingi Wakapolres KOMPOL Maitertika, S.H., M.H., serta Kasat Reskrim AKP Budi Winarko, S.T., M.H., sebagai bentuk keseriusan Polres Inhil dalam menangani kasus yang berpotensi berdampak luas terhadap keselamatan publik.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menuntaskan penanganan peristiwa ini secara profesional, objektif, dan transparan. “Hasil olah TKP dan pemeriksaan forensik akan menjadi dasar utama dalam menentukan penyebab kebakaran serta langkah hukum yang akan diambil selanjutnya,” tegas Kapolres.

Polres Inhil juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Seluruh proses penyelidikan saat ini masih berjalan dan dilakukan dengan koordinasi lintas instansi guna memastikan keamanan, keselamatan, serta kepastian hukum bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Friday, January 2, 2026

Pipa Gas Meledak, BPBD Inhil Koordinasi dengan PGN Putus Jalur Distribusi

Teks foto : Terlihat kobaran api masih membumbung tinggi akibat pipa gas milik PGN di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Inhil meledak, Jumat (2/1/2026)(Istimewa)
 
KOREKSI24JAM, TEMBILAHAN - Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) koordinasikan dengan Perusahan Gas Nasional (PGN) untuk memutus jalur distribusi.

Hal itu untuk menangani dengan cepat insiden terbakarnya jalur pipa gas nasional di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Jumat (2/1/2026)..

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R Arliansah, turun langsung memimpin penanganan di lokasi bersama tim Damkar Inhil.

Sejumlah langkah strategis dilakukan, di antaranya pengamanan radius bahaya. Petugas membantu pihak kepolisian mengatur dan mengamankan arus lalu lintas hingga radius sekitar 3 kilometer dari titik api guna mencegah risiko yang lebih besar.

Selain itu, warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. BPBD juga melakukan koordinasi dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui subkontraktornya untuk segera memutus aliran distribusi gas.

"Saat ini tim teknis dari PGN sedang menuju lokasi untuk melakukan pemutusan jalur distribusi gas agar api dapat segera dipadamkan secara total," ujar Arliansah.

Diketahui, pipa yang terbakar tersebut merupakan bagian dari Jalur Pipa Gas Nasional yang menghubungkan wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menuju Dumai.

Arliansah mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada. Warga diminta menjauh dari lokasi kejadian, sementara pengguna Jalan Lintas Timur diimbau untuk berhati-hati atau menunda perjalanan hingga kondisi dinyatakan aman.

"Informasi pengelola GAS pipanya sudah ditutup, tak lama lagi insyallah mati,"tutup Arliansyah.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan api tidak merambat ke permukiman warga sambil menunggu proses teknis pemutusan gas dari pihak PGN.

Friday, December 12, 2025

Kantor Camat Terbakar saat Pegawai Sedang Rapat

KOREKSI24JAM, TEMBILAHAN (RP)--Suasana Jumat, (12/12) siang yang semula tenang mendadak berubah mencekam ketika kepulan asap hitam mulai muncul dari bagian belakang Kantor Camat Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Dalam hitungan detik, asap tebal pun terlihat membumbung disusul bunyi kayu termakan api serta kobaran api yang menjilat dinding bangunan. 

Pegawai yang baru kembali dari istirahat siang dan sedang melaksanakan rapat sontak berlarian keluar. Jeritan peringatan saling bersahutan, meminta semua orang segera meninggalkan gedung. Dari sela-sela pintu, asap menyembur deras memenuhi koridor.

Dari informasi dilapangan, saat itu Camat dan pegawai lainnya sedang melaksanakan rapat, tiba-tiba mendengar suara kayu dimakan api. Karena bangunan terbuat dari papan dan kayu sehingga api dengan cepat membesar dan memakan seluruh bangunan.

Di luar gedung, warga yang melihat api membesar secara tiba-tiba ikut membantu dengan alat seadanya. Beberapa mengambil ember berisi air, sebagian lagi mencoba membuka jendela agar tidak ada orang yang terperangkap.

Namun upaya manual tak mampu melawan besarnya kobaran. Hembusan angin membuat api merambat lebih cepat ke ruang administrasi, ruang pelayanan umum, hingga ruang kerja staf.

Suara kayu terbakar bercampur dengan letupan kecil dari peralatan elektronik yang hangus. Bangunan yang biasanya menjadi pusat pelayanan kini tampak gosong. Ruang pelayanan umum rata dengan puing-puing hitam, meja-meja terbakar, dan dinding penuh jelaga. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal yaitu korsleting listrik. Dari informasi tidak ada korban jiwa.

Seorang warga setempat bernama Hendri (34) yang menyaksikan langsung peristiwa kebakaran itu mengatakan api dengan cepat merambat kebagian-bagian bangunan.

"Saya sedang melintas di dekat kantor, tiba-tiba melihat api sudah membesar dari bagian tengah bangunan. Api merambat begitu cepat, dalam hitungan jam hampir seluruh bangunan sudah rata dengan tanah,"ujarnya.

Kapolsek Enok, Iptu Parsulian Simanjuntak SH MH saat dikonfirmasi membenarkan adanya kebakaran tersebut. "Iya ada bang, tidak ada korban jiwa,"ucapnya.

Sedangkan kebakaran tersebut dari dugaan awal pihak kepolisian akibat korsleting listrik dibagian gudang belakang kantor Camat.

"Korsleting listrik dibagian gudang belakang, saat ini kami sedang mendalami, nanti kami kabari lagi,"tutupnya.

Sunday, November 30, 2025

Menteri Kehutanan dan Kapolda Riau Terjun Langsung ke Lokasi Bencana di Agam


KOREKSI24JAM, AGAM – Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu, (30/11/25).

Keduanya bergabung dengan tim gabungan Polda Sumbar, Polda Riau, TNI, Basarnas, dan relawan yang sejak awal bencana melakukan pencarian danh evakuasi korban.

“Saya bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Polda Sumbar dan TNI ikut mengevakuasi dua korban yang ditemukan meninggal dunia di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Lubuk Basung. 

Ia menjelaskan bahwa kedua jenazah langsung dibawa menuju lokasi identifikasi sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Menteri Kehutanan menegaskan, penanganan di Agam saat ini berfokus pada tanggap darurat, mengingat masih banyak korban yang belum ditemukan setelah banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada Kamis sore. 

"Ada seorang warga di pengungsian menyampaikan masih kehilangan satu orang adik, seorang anak, dan seorang keponakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi penuh telah dilakukan dengan TNI dan Polri untuk mempercepat proses evakuasi, pemulihan awal, dan rehabilitasi sektorh terdampak. 

Setelah tahap evakuasi selesai, tim psikolog dari berbagai instansi akan didatangkan untuk memberikan trauma healing kepada korban yang berpotensi mengalami tekanan psikologis akibat peristiwa ini.

Raja Juli Antoni juga mengungkapkan, beberapa daerah di Agam masih terisolir karena akses jalan tertimbun longsor dan terban. 

Alat berat diarahkan ke sejumlah titik kritis untuk membuka jalur dan memastikan distribusi logistik dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak. 

"Alat berat bakal diarahkan untuk membuka jalan tertimbun tanah longsor dan terban, sehingga mobilisasi pendistribusian bantuan lancar, karena bantuan sudah berdatangan,” katanya.

Di sisi lain, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memastikan dukungan penuh dari Polda Riau sejak dua hari lalu. 

Ia menyampaikan, pengerahan kekuatan ini merupakan instruksi pimpinan Polri untuk melakukan backup cepat ke tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

"Kita melakukan backup tiga wilayah terdampak. Karena Riau dekat dengan Sumbar dan butuh respon cepat, kita bergerak," ujar Kapolda.

Irjen Herry mengungkapkan, Polda Riau telah menurunkan 290 personel Brimob dan Samapta yang memiliki kemampuan khusus SAR, evakuasi, dan penanganan kedaruratan. 

Dua unit ekskavator juga telah tiba lebih dulu untuk membantu membuka akses yang tertutup material longsor. Selain personel, Polda Riau pagi tadi juga sudah memberangkatkan lima truk bantuan logistik berisi kebutuhan pokok, makanan siap saji, perlengkapan bayi, kebutuhan medis, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan tanggap darurat lainnya.

Kapolda juga menuturkan bahwa Polda Riau akan mengirimkan 34 psikolog dari Biro SDM dan asosiasi psikolog Polda Riau untuk membantu melakukan trauma healing bagi masyarakat di titik-titik pengungsian. 

"Ini duka kita bersama, dan kita hadir untuk saling menguatkan bahwa kita adalah saudara,” ujarnya.

Kondisi terkini di Palembayan menunjukkan sebagian akses jalan masih tertutup material longsor, beberapa jembatan mengalami kerusakan, aliran listrik belum pulih sepenuhnya, dan warga masih terpusat di posko-posko pengungsian. 

Tim SAR gabungan terus bekerja di lapangan di tengah cuaca yang kadang masih turun hujan, demi mempercepat pencarian korban dan meminimalisir risiko akibat longsor susulan.

Friday, November 28, 2025

Kapolda Riau Sampaikan Duka Cita untuk Korban Banjir Aceh, Sumut, Sumbar


KOREKSI24JAM, PEKANBARU – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam pernyataannya, Kapolda Riau menyebut bahwa seluruh jajaran Polda Riau ikut merasakan duka yang sama bersama masyarakat di tiga provinsi tersebut.

“Dalam situasi seperti ini, kekuatan sebuah bangsa terlihat dari kepedulian dan solidaritasnya,” ujar Irjen Herry.

Kapolda Riau juga menyampaikan doa untuk para korban yang meninggal dunia akibat bencana ini. “Tuhan bersama orang-orang yang sabar. Kami mendoakan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan yang luar biasa,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa masyarakat yang terdampak tidak berdiri sendirian. Ia memastikan bahwa Polda Riau siap memberikan dukungan bila diperlukan.

“Riau berdiri bersama kalian. Dan jika dibutuhkan, Polda Riau siap memberikan bantuan kapanpun, di manapun,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa bencana alam menjadi pengingat pentingnya merawat dan menghormati lingkungan. “Kita tidak hanya membangun wilayah, tetapi juga menjaga masa depan generasi kita,” tutup Irjen Herry.

Pernyataan Kapolda Riau ini menjadi bentuk solidaritas kepolisian dan masyarakat Riau terhadap saudara-saudara di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam.

Tuesday, November 11, 2025

Mobil Mewah Ford Mustang Tabrak Pohon di Sudirman Pekanbaru


KOREKSI24JAM, PEKANBARU – Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa satu unit mobil mewah, Ford Mustang, di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, pada dini hari Selasa, 11 November 2025. Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.

Mobil Ford Mustang bernomor polisi B 2980 WBG tersebut terlibat dalam kecelakaan di jalur barat Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Hotel Batiqa, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. 

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satriyo BW Wicaksana mengatakan kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan ditaksir mencapai angka Rp 30.000.000. Pengemudi mobil seharga Rp2,5 Miliar tersebut bernama M. Rahmatullah (23), diketahui warga Kabupaten Kampar. 

"Pengakuannya, dia baru belajar bawa Mustang, kaget ketika pijak gas, ternyata melaju kencang. Dalam kejadian ini, hanya satu orang yang menjadi korban, yaitu pengemudi itu sendiri," kata Satriyo.

Meskipun diklasifikasikan sebagai kecelakaan ringan, korban Rahmattullah, mengalami sejumlah luka. Ia tercatat mengalami luka pada bagian leher dan lebam di dada. Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke Eka Hospital Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Sementara itu, kondisi kendaraan yang terlibat, Ford Mustang B 2980 WBG, mengalami kerusakan parah. Mobil sport tersebut mengalami rusak berat pada bagian samping ban kanan, dengan velg yang pecah, menunjukkan benturan yang keras saat kejadian," jelas Satriyo.

"Awalnya, mobil Ford Mustang yang dikemudikan oleh M Rahmattullah bergerak di Jalan Jenderal Sudirman Jalur Barat dari arah selatan menuju utara. Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di depan Hotel Batiqa, pengemudi diduga hilang kendali. Mobil kemudian mengarah ke kanan, naik ke atas median jalan, dan akhirnya menabrak pohon yang berada di median jalan tengah," terang Satriyo.

Kondisi lingkungan di lokasi kejadian saat subuh dilaporkan cerah. Kontur dan ukuran jalan dikeraskan dengan aspal, merupakan jalan satu arah, rata, dan lurus, dengan arus lalu lintas yang sedang. Dua saksi mata, Ardiansyah (42) dan Dedi (42), turut memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

Kesimpulan sementara, diduga pengemudi mobil Ford Mustang, Muhamad Rahmattullah, tidak berkonsentrasi dan kurang berhati-hati saat mengemudi. Hal ini mengakibatkan hilangnya kendali dan akhirnya menyebabkan kecelakaan lalu lintas tunggal tersebut.

"Kami imbau agar masyarakat jangan mengemudikan mobil yang tidak pernah digunakannya di jalan padat pengendara, apalagi ini jalan tertib lalu lintas," punngkasnya.
© Copyright 2019 Koreksi 24jam.com | All Right Reserved