-->

Hukrim


Sosial

Pemerintah

Terbaru

Saturday, February 28, 2026

Harga Kelapa Bulat di Inhil Menuju Titik Terendah, DPD PW MOI Inhil: Ratusan Ribu Petani Kelapa Terancam Miskin

Harga Kelapa Bulat di Inhil Menuju Titik Terendah, DPD PW MOI Inhil: Ratusan Ribu Petani Kelapa Terancam Miskin

Koreksi24jam-Indragiri Hilir – Memasuki akhir bulan Februari tahun 2026 Harga kelapa bulat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus mengalami penurunan hingga Rp2.800 perkilogram.

Akibat anjloknya harga kelapa bulat tersebut, kondisi ekonomi para petani kelapa kini terancam dimiskinkan, sebab ratusan ribu petani menggantungkan hidup pada sektor ini.

Ketua DPD PW MOI Inhil, Fitra Andriyan mengingatkan, penurunan harga yang di alami oleh para petani kelapa saat ini tidak bisa di anggap sebatas persoalan fluktuasi belaka, karena telah menimbulkan dampak secara regional.

“Tingkat inflasi kabupaten inhil di awal tahun ini sudah di atas 6 persen, itu artinya sudah masuk kategori waspada. Salah satu faktor penyebabnya adalah akibat anjlok harga komoditas kelapa bulat yang berimplikasi pada penurunan daya beli ditengah masyarakat saat ini," kata Fitra Sabtu, 28/02/2026.

Fitra menyebut jika harga kelapa terus ditekan tanpa adanya intervensi dari pemerintah, angka kemiskinan dikabupaten Indragiri hilir dipastikan akan terus bertambah. 

"Jika pemerintah tidak segera melakukan intervensi melalui kebijakan hingga regulasi yang berpihak terhadap petani, maka mereka akan terus mengalami nasib buruk untuk dimiskinkan," tegasnya.

Selain itu kata dia, persoalan diferensiasi harga di tingkat petani baik antar desa maupun kecamatan menjadi masalah krusial yang harus diberikan solusi. Ia mengungkapkan dari penelusuran di lapangan ada selisih harga yang cukup signifikan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya sehingga memperburuk kondisi harga kelapa di tingkat petani.

"DPD PW MOI Inhil telah melakukan penelusuran di beberapa titik dan menemukan harga di tingkat penampung memiliki perbedaan. Hal ini semestinya menjadi concern tersendiri bagi pemerintah agar melakukan supervisi di tingkat tengkulak," lugasnya.

Dia mengungkapkan, meskipun salah satu penyebab perbedaan harga akibat panjangnya rantai distribusi serta perbedaan biaya operasional di setiap wilayah, namun ia menduga adanya pengaturan harga di tingkat tengkulak membuat para petani memiliki posisi tawar sangat lemah yang berujung pada kerugian bagi petani itu sendiri.

"Kita menduga ada indikasi pengaturan harga di tingkat tengkulak sehingga harga seenaknya dimainkan. Petani tidak mendapatkan informasi harga yang terintegrasi sehingga tidak memiliki kekuatan daya tawar," pungkasnya.

Friday, February 27, 2026

Wilson Lalengke Berikan Pandangan tentang Hubungan Indonesia–Rusia dalam Wawancara Televisi Rusia*


KOREKSI24JAM, Jakarta – Aktivis dan jurnalis Indonesia, Wilson Lalengke, mendapat kesempatan untuk diwawancarai oleh Televisi Rusia dalam acara berbuka puasa bersama yang digelar oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Tolchenov, di kediaman resmi beliau di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026. Acara ini menjadi momen penting yang mempertemukan diplomat, jurnalis, dan tokoh masyarakat dalam suasana Ramadhan yang penuh kehangatan.

Dalam wawancara tersebut, Wilson Lalengke menanggapi pidato Duta Besar Rusia mengenai hubungan bilateral Indonesia–Rusia. Ia menekankan bahwa kedua negara memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama di bidang diplomasi, budaya, dan komunikasi publik. Menurutnya, hubungan yang saling menghormati dan setara akan menjadi fondasi penting dalam membangun dunia yang lebih adil.

Wilson Lalengke juga memberikan komentar mengenai konflik Rusia–Ukraina. Ia menyatakan bahwa Rusia menghadapi situasi yang cukup sulit karena harus berhadapan dengan keroyokan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. “Dunia ini tidak adil ketika satu negara dipaksa menghadapi tekanan besar secara sendirian. Rusia sedang menghadapi ketidakadilan itu karena digempur oleh kekuatan Barat dan Amerika secara keroyokan bersekutu melawan Rusia sendirian.” ujar Petisioner HAM PBB tahun 2025 itu.

Komentarnya mencerminkan keprihatinan atas ketidaksetaraan dalam sistem internasional dan perlunya pendekatan yang lebih adil untuk mencapai perdamaian.

*Kebijakan Rusia terhadap Islam*

Dalam konteks Islam, Wilson Lalengke memberikan apresiasi terhadap kebijakan Rusia. Ia menyoroti pernyataan Duta Besar bahwa Islam merupakan agama terbesar kedua di Rusia, menunjukkan adanya penghormatan terhadap keragaman.

Ketum PPWI itu juga menekankan bahwa langkah Rusia mengadakan iftar bersama jurnalis adalah hal unik yang menunjukkan perhatian besar terhadap Islam dan belum pernah ia lihat dilakukan oleh kedutaan lain di Jakarta. “Ini adalah langkah luar biasa. Rusia menunjukkan penghormatan terhadap Islam dan keterbukaan untuk berdialog dengan komunitas Muslim. Saya sejauh ini belum melihat kedutaan lain di Jakarta mengadakan iftar khusus bersama jurnalis,” katanya.

Acara iftar atau buka puasa bersama tersebut menjadi simbol penting dari diplomasi budaya dan dialog lintas agama. Bagi Wilson Lalengke, inisiatif ini menunjukkan bahwa perdamaian dapat dibangun melalui kejujuran, keterbukaan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Ia menegaskan bahwa Indonesia perlu mendukung langkah-langkah seperti ini untuk memperkuat solidaritas global.

Wawancara Wilson Lalengke dengan Televisi Rusia di acara iftar Duta Besar Rusia mencerminkan pentingnya hubungan Indonesia–Rusia, memberikan pandangan kritis tentang konflik global, serta mengapresiasi kebijakan Rusia terhadap Islam. Pesan utamanya jelas: dunia yang adil hanya bisa tercapai melalui dialog, kerja sama, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. (TIM/Red)

_Video wawancaranya dapat dilihat di sini:_ https://www.tiktok.com/@shony.lalengke/video/7611787680552094983?is_from_webapp=1&sender_device=pc

Pemkab Inhil Sibuk Buka Puasa Bersama, Lupa Ada Warganya Berdukacita!



KOREKSI24JAM, TEMBILAHAN- Pelaksanaan ibadah puasa ramadhan 1447 Hijriyah bagi semua korban yang mengalami peristiwa kebakaran 15 unit rumah di Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tentunya masih menyisakan rasa trauma yang mendalam.

Tercatat sebanyak 23 kepala Keluarga kehilangan tempat tinggal dan seluruh pakaian habis dilalap sijago merah, semua harta benda tak tersisa hangus terbakar oleh api yang membara.

Tak ada yang menyangka, Selasa 24 Februari 2026 sekitar pukul 05.30 wib pagi, peristiwa kebakaran itu begitu terjadi cepat, usai warga melaksanakan sahur dan sholat subuh tiba-tiba ada api yang menyala dari salah satu rumah warga dan melalap ke 15 rumah kayu berdempetan dengan sekejap.

Api baru bisa dijinakkan sekitar pukul delapan lewat, meskipun kebakaran itu didekat sungai namun karena alat seadanya petugas tetap saja kesusahan untuk memadamkan api lebih cepat.

Kini, bukan hanya puing bangunan saja yang tersisa, rasa trauma atas peristiwa yang melanda bagi setiap keluarga terdampak masih ada.

Pasalnya, 4 hari pasca kebakaran belum ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terkait tempat tinggal sementara, para korban mencari tempat tinggal secara mandiri, ada yang numpang di keluarganya dan hingga tetangga.

Bantuan bersifat darurat bencana dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir belum nampak batang hidungnya hingga hari kelima pasca peristiwa, hanya kegiatan buka puasa bersama pakai uang negara saja yang tampak dimata dan sosial media.

Berbeda dengan pola kepimpinan Kepala Daerah sebelumnya, kala itu tidak ada alasan apapun untuk tidak bisa bergerak membantu atau mengirim bantuan darurat secepat kilat.

Begitulah gambaran kekecewaan yang dirasakan seorang pemuda asal Kecamatan Gaung, Syaiful Islami, mantan Sekretaris Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Gaung - Tembilahan periode 2019-2021.

Ia meminta Kepala Daerah agar segera mencarikan solusi yang tepat terkait bantuan darurat dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk semua korban musibah kebakaran di Simpang Gaung.

"Sudah 4 hari, kita belum lihat pergerakan dan solusi bantuan dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Sangat disayangkan jika mereka (Pemkab) beralasan terlalu sibuk buka puasa bersama dengan uang negara, sedangkan ada warganya yang terbabaikan DNA menderita akibat musibah yang menimpa," Ucapnya kepada awak media.

Lebih lanjut, "Tapi kita bersyukur, meskipun Pemkab Inhil belum ada menyalurkan bantuan apapun, ternyata masih banyak yang peduli dengan sesama, dari berbagai lintas sektoral, dari Wakil Rakyat dapil 2 fraksi Demokrat hingga Pemerintah Kecamatan serta Perusahaan Sambu Group sudah membantu, itu luar biasa," tambahnya.

Menurut Syaiful, hal itu harusnya menjadi sebuah tamparan keras bagi Pemkab Inhil yang lambat merespon kebakaran di Simpang Gaung.

"Harusnya itu jadi tamparan keras, itupun kalau Pemkab Inhil masih punya hati nurani," pungkasnya.

Thursday, February 26, 2026

Ramadhan Berbagi, PPWI Inhil Hadirkan Kepedulian Nyata untuk Sesama. Rosmely: PPWI Inhil Hadir untuk Masyarakat.



KOREKSI24JAM, Indragiri Hilir – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar kegiatan Ramadhan Berbagi sebagai bentuk nyata solidaritas kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PPWI Inhil ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan nilai empati di tengah kehidupan sosial masyarakat. Kali ini Ramadhan berbagi, PPWI Inhil mendatangi lokasi Panti Asuhan Muhammadiyah yang berada di Jalan Pendidikan Kelurahan Tembilahan hilir, Kecamatan Tembilahan Kota.

Ketua PPWI Kabupaten Indragiri Hilir, Rosmely, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari komitmen organisasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

“Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. PPWI Inhil ingin menunjukkan bahwa insan pewarta tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga turut mengambil peran dalam kegiatan kemanusiaan,” ujar Rosmely.

Program Ramadhan Berbagi PPWI Inhil mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain memperkuat nilai sosial, kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa keberadaan organisasi pers mampu memberikan kontribusi nyata di luar fungsi jurnalistik.

Ke depan, PPWI Inhil berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial serupa sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat serta upaya membangun solidaritas sosial yang berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Ketua PPWI Kabupaten Indragiri Hilir, Rosmely, juga menyampaikan bahwa kegiatan Ramadhan Berbagi tahun ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya, sebagai bentuk konsistensi organisasi dalam menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Alhamdulillah, kegiatan Ramadhan Berbagi ini kembali dapat kami laksanakan untuk yang kedua kalinya. Ini menjadi bukti bahwa PPWI Inhil berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah,” ujar Rosmely..

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahunnya dan semakin banyak pihak yang ikut terlibat, sehingga nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat,” tambahnya.

Ramadhan Berbagi, PPWI Inhil Hadirkan Kepedulian Nyata untuk Sesama. Rosmely: PPWI Inhil Hadir untuk Masyarakat



















KOREKSI24JAM.COM, TEMBILAHAN – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar kegiatan Ramadhan Berbagi sebagai bentuk nyata solidaritas kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PPWI Inhil ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan nilai empati di tengah kehidupan sosial masyarakat. Kali ini Ramadhan berbagi, PPWI Inhil mendatangi lokasi Panti Asuhan Muhammadiyah yang berada di Jalan Pendidikan Kelurahan Tembilahan hilir, Kecamatan Tembilahan Kota.

Ketua PPWI Kabupaten Indragiri Hilir, Rosmely, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari komitmen organisasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

“Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. PPWI Inhil ingin menunjukkan bahwa insan pewarta tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga turut mengambil peran dalam kegiatan kemanusiaan,” ujar Rosmely.

Program Ramadhan Berbagi PPWI Inhil mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain memperkuat nilai sosial, kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa keberadaan organisasi pers mampu memberikan kontribusi nyata di luar fungsi jurnalistik.

Ke depan, PPWI Inhil berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial serupa sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat serta upaya membangun solidaritas sosial yang berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Ketua PPWI Kabupaten Indragiri Hilir, Rosmely, juga menyampaikan bahwa kegiatan Ramadhan Berbagi tahun ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya, sebagai bentuk konsistensi organisasi dalam menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Alhamdulillah, kegiatan Ramadhan Berbagi ini kembali dapat kami laksanakan untuk yang kedua kalinya. Ini menjadi bukti bahwa PPWI Inhil berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah,” ujar Rosmely..

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahunnya dan semakin banyak pihak yang ikut terlibat, sehingga nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat,” tambahnya.

Wednesday, February 25, 2026

Kebakaran Simpang Gaung: Ujian Kepedulian dan Tanggung Jawab Pemerintah terhadap Rakyat


KOREKSI24JAM, Indragiri Hilir — Musibah kebakaran hebat yang melanda permukiman warga di Desa Simpang Gaung, tepatnya di Dusun Simpang Luar, pada Selasa (24/02/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, tidak hanya meninggalkan puing-puing bangunan, tetapi juga menyisakan luka sosial yang mendalam bagi masyarakat yang terdampak.

Puluhan rumah warga beserta sejumlah kios yang menjadi sumber penghidupan masyarakat hangus dilalap api. Dalam hitungan jam, banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, harta benda, dan kepastian ekonomi.

Musibah ini menjadi ujian nyata bagi hadirnya negara dalam melindungi dan membantu rakyatnya di saat paling sulit.

Sebagai wilayah administratif, Kabupaten Indragiri Hilir diharapkan mampu menunjukkan respons cepat dan terukur melalui langkah penanganan darurat. Pendataan korban, penyediaan hunian sementara, serta distribusi bantuan kebutuhan dasar menjadi tanggung jawab moral sekaligus kewajiban pemerintah daerah.

Namun di tengah harapan besar masyarakat, muncul kekecewaan dari warga terdampak yang hingga kini mengaku belum merasakan bantuan konkret. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai prioritas kebijakan dan kepekaan sosial para pemangku kepentingan.

Di saat masyarakat berjuang bangkit dari musibah, aktivitas seremonial pemerintahan seperti Safari Ramadan tetap berjalan. Situasi ini memunculkan persepsi bahwa empati terhadap korban bencana belum sepenuhnya tercermin dalam langkah nyata di lapangan.

Musibah di Simpang Gaung seharusnya menjadi momentum refleksi bersama bahwa jabatan publik bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk hadir di tengah rakyat, terutama ketika mereka sedang mengalami penderitaan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, cepat, dan transparan agar kepercayaan publik tetap terjaga. Sebab dalam setiap bencana, yang paling dibutuhkan rakyat bukan sekadar janji, melainkan kehadiran dan tindakan nyata.

Ulama Diminta Waspadai Godaan MBG, Lindungi Anak-Anak di Bulan Puasa*


KOREKSI24JAM, Kabupaten Indragiri Hilir - Bulan Ramadhan yang merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan iman dan takwa, namun juga menjadi tantangan bagi anak-anak yang diharuskan berpuasa. Godaan program MBG (Makan, Bukan, Gaya) yang marak di media sosial dan lingkungan sekitar, membuat anak-anak semakin sulit untuk menahan diri dari keinginan makan dan minum.

Dalam hal ini, peran para ulama sangat penting untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada anak-anak dan orang tua dalam menghadapi godaan MBG. "Ulama harus menjadi contoh dan telaga ilmu bagi masyarakat, terutama anak-anak, dalam menghadapi tantangan di era digital ini," kata salah satu ulama di Indragiri Hilir.

Ulama juga diminta untuk memberikan ceramah dan khotbah yang relevan dengan situasi anak-anak di era digital, serta memberikan tips dan strategi untuk menghadapi godaan MBG. "Anak-anak harus diajarkan untuk memahami nilai-nilai agama dan pentingnya berpuasa, serta bagaimana menghadapi godaan yang ada di sekitar mereka," tambah ulama tersebut.

Orang tua juga memiliki peran penting dalam menghadapi godaan MBG ini. Mereka harus menjadi contoh bagi anak-anak dan memberikan pengawasan yang ketat dalam penggunaan media sosial dan gadget. "Orang tua harus lebih proaktif dalam memantau aktivitas anak-anak di media sosial dan memberikan bimbingan yang tepat," kata salah satu orang tua di Indragiri Hilir.

Dengan peran ulama dan orang tua yang seimbang, diharapkan anak-anak dapat menghadapi godaan MBG dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas puasa mereka. "Kita harus bekerja sama untuk melindungi anak-anak kita dari godaan MBG dan membantu mereka menjadi generasi yang lebih baik," tutup ulama tersebut.

Peristiwa


International

Galeri Foto

Sport

Kodim 0314

Advertorial

Berita

Riau

© Copyright 2019 Koreksi 24jam.com | All Right Reserved