-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Hukrim

Indeks Berita

BBM Naik, Harga Plastik Sayur Ikut Melejit: Pedagang Mengeluh Kian Terhimpit

Tuesday, April 21, 2026 | April 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-21T07:53:59Z


KOREKSI24JAM.COM, TEMBILAHAN – Keputusan pemerintah menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai menunjukkan efek domino yang signifikan di sektor hilir. Salah satu yang paling terdampak adalah meroketnya harga plastik kemasan, yang menjadi komponen vital bagi para pedagang sayur di pasar tradisional.


Kenaikan Harga yang Drastis

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga plastik jenis HDPE (kantong kresek) dan plastik bening PE untuk sayuran mengalami kenaikan rata-rata sebesar 15% hingga 25%.


Jenis Barang Harga Sebelum BBM Naik Harga Setelah BBM Naik

BBM Pertalite Rp10.000 /liter Rp12.500 /liter

BBM Solar Rp6.800 /liter Rp8.500 /liter

Plastik Sayur (per pack) Rp8.500 Rp11.000 - Rp12.000

Plastik Kresek (per kg) Rp24.000 Rp29.000 - Rp31.000


Keluhan dari Akar Rumput

Kenaikan ini membuat para pedagang sayur merasa "miris" dan terjepit di tengah kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya stabil. Karena plastik merupakan barang habis pakai yang tidak mungkin tidak diberikan kepada pembeli, biaya operasional pedagang otomatis membengkak.


"Dulu beli plastik satu bal masih terasa ringan. Sekarang, harga BBM naik, ongkos angkut naik, harga plastik ikut gila-gilaan. Mau minta bayaran plastik ke pembeli tidak enak, tapi kalau ditanggung sendiri, untung jualan sayur habis cuma buat beli plastik," ujar Ibu Sumi, salah satu pedagang sayur di pasar lokal.


Mengapa Plastik Ikut Naik?

Kenaikan harga plastik ini dipicu oleh dua faktor utama:


Biaya Logistik: Kenaikan harga Solar dan Pertalite meningkatkan biaya distribusi dari pabrik ke distributor hingga ke pasar-pasar kecil.


Bahan Baku: Industri plastik sangat bergantung pada nafta, produk turunan minyak bumi. Kenaikan harga minyak mentah dunia yang mendasari kenaikan BBM juga berimbas langsung pada ongkos produksi bijih plastik.


Hingga saat ini, para pedagang berharap ada upaya dari pemerintah untuk menstabilkan harga barang-barang pendukung usaha kecil, agar beban operasional mereka tidak terus melambung tinggi di tengah situasi ekonomi yang menantang.

×
Berita Terbaru Update