-->

Friday, September 19, 2025

Meskipun Konflik Iran-Israel Memanas, Jemaah Haji Riau Tetap Lancar Pulang ke Tanah Air

Meskipun Konflik Iran-Israel Memanas, Jemaah Haji Riau Tetap Lancar Pulang ke Tanah Air

















KOREKSI 24JAM.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan militernya telah melancarkan serangan terhadap beberapa situs nuklir Iran menggunakan pesawat pengebom siluman B-2 Spirit dan bom penetrator GBU-57A/B, Minggu (22/6/2025).

Menurut sumber pejabat AS yang dilaporkan Reuters, pesawat pengebom B-2 yang sebelumnya dipindahkan ke wilayah pulau AS di Guam berhasil menyerang fasilitas nuklir Iran termasuk situs Fordow yang tersembunyi jauh di bawah tanah. Serangan ini menggunakan bom GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator seberat 15 ton yang khusus dirancang untuk menembus struktur bawah tanah.

"Target yang diserang adalah beberapa situs nuklir Iran yang strategis," kata Trump dalam pengumumannya. Bom GBU-57 atau Guided Bomb Unit-57 merupakan senjata yang hanya dapat dioperasikan secara efektif oleh AS dan hanya bisa diluncurkan oleh pesawat pengebom siluman B-2 Spirit.

Pesawat pembom Northrop B-2 Spirit adalah pesawat pembom strategis berat Amerika dengan teknologi siluman yang dirancang khusus untuk menembus pertahanan anti pesawat. Pesawat ini mampu membawa amunisi konvensional dan nuklir, dengan kemampuan sulit dilacak radar berkat kombinasi pengurangan tanda inframerah, akustik, elektromagnetik, visual, dan radar.

Proses pengeboman dilakukan dengan memasukkan koordinat target ke dalam sistem penargetan pesawat dan ditransfer ke senjata. Panduan presisi menggunakan navigasi satelit, sementara energi kinetik dari ketinggian memungkinkan bom menembus tanah dalam-dalam dengan sekering tunda yang memungkinkan 13.600 kg bahan peledak tinggi diledakkan pada kedalaman yang tepat.

B-2 Spirit yang bermarkas di Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri ini dapat membawa dua unit bom GBU-57A/B sekaligus. Teknologi siluman pesawat ini menyulitkan sistem pertahanan canggih untuk mendeteksi, melacak, dan menyerang, menjadikannya pilihan strategis untuk misi penetrasi fasilitas bawah tanah.

Serangan ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan AS-Iran, dengan penggunaan teknologi militer paling canggih Amerika untuk melumpuhkan program nuklir Iran. Dampak serangan ini diperkirakan akan mempengaruhi dinamika geopolitik Timur Tengah dan respons internasional terkait program nuklir Iran.***

Sumber:detik.com

Berita

Pilihan

© Copyright 2019 Koreksi 24jam.com | All Right Reserved